Baju Adat Tradisional semua Daerah di Indonesia

Pakaian adat tradisional semua suku dan Provinsi Indonesia lengkap dengan nama, gambar dan deskripsi daerah asalnya, lengkap dengan Poster Pakaian Adat Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki 38 provinsi dengan ragam pakaian adat atau pakaian tradisional yang unik dan menjadi simbol identitas budaya daerah.



Poster 1 lembar gambar Pakaian Adat Indonesia.


Baju Adat Indonesia

Pakaian Adat Indonesia

Pakaian adat, (busana/baju daerah, atau pakaian tradisional) adalah kostum yang mengekspresikan identitas, yang biasanya dikaitkan dengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Pakaian adat juga dapat menunjukkan status sosial, perkawinan, atau agama.

Jika kostum dikenakan untuk mewakili budaya atau identitas kelompok etnis atau suku bangsa tertentu, biasanya dikenal sebagai busana adat suku (juga pakaian etnis, busana etnis, atau pakaian etnis tradisional). Kostum seperti itu sering terdiri atas dua jenis: satu untuk acara sehari-hari, yang lainnya untuk festival tradisional, atau sebagai pakaian formal untuk upacara-upacara adat.

Di daerah di mana aturan berpakaian Barat sudah banyak diadopsi menjadi busana sehari-hari, maka pakaian tradisional hanya dikenakan di acara-acara istimewa atau perayaan tertentu. Khususnya yang berhubungan dengan tradisi budaya, warisan, untuk menggambarkan identitas kebanggaan nasional atau jati diri kedaerahan.

Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat ratusan jenis pakaian adat dari bermacam-macam suku atau etnis Indonesia yang masih dilestarikan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia terutama dalam upacara pernikahan, upacara adat dan kenegaraan.

Berikut adalah daftar busana adat Indonesia menurut Provinsi:

1. Baju Adat Aceh

Pakaian Adat Aceh Pidie Pakaian Adat Aceh Gayo

Nama pakaian adat Aceh adalah baju Adat Pidie, Ulee Balang dan Pakaian Adat Gayo. Pakaian adat Ulee Balang, dibedakan menjadi dua jenis yaitu Linto Baro untuk untuk laki-laki, dan Daro Baro merupakan baju adat Aceh bagi perempuan. Baju Linto Baro terdiri dari beskap Meukeusah, celana Sileuweu, kain sarung, penutup kepala Meukeutop dan aksesoris senjata Rencong. Sedangkan Daro Baro terdiri dari Baju Kurung, Celana Cekak Musang atau Sileuweu, kain Sarung, penutup kepala dan aksesoris Keureusang, Piring Dhoe, Subang Aceh, Culok Ok, Simplah dan Untai Peniti.

Adapun Pakaian Adat Aceh Gayo merupakan busana adat perkawinan Gayo. Pakaian pria dikenal dengan sebutan baju Aman mayak, sedangkan pakaian wanita disebut Ineun mayak. Keunikan dari pakaian Adat ini adalah adanya ukiran pada baju adat Gayo yang dinamakan dengan Kerawang atau Kerawang Gayo. Busana perkawinan daerah aceh juga menggunakan pakaian yang disebut Pakaian Adat Pidie.


Pakaian Adat Aceh Pidie
Pakaian Adat Pidie - Aceh
Pakaian Adat Aceh Gayo
Pakaian Adat Gayo - Aceh
Pakaian Adat Aceh Pidie
Baju Adat Aceh Sederhana
Pakaian Adat Aceh Gayo
8 Model Baju Adat Aceh

2. Baju Adat Sumatera Utara

Pakaian Adat Sumatera Utara Toba Pakaian Adat Sumatera Utara Mandailing Angkola

Nama pakaian adat Sumatera Utara adalah Ulos, Uis gara, Baru Oholu, Oroba si oli, Borgot dan Cimata. Ulos atau Hiou berasal dari Suku Toba sebagai kain khasnya, sementara Uis gara adalah kain tenunan yang berasal dari Suku Karo. Sementara suku Nias memiliki pakaian adat yang bernama Baru Oholu untuk laki-laki dan Oroba si oli untuk perempuan, sedangkan Borgot adalah pakaian adat laki-laki dan Cimata untuk perempuan suku Pakpak.

Pakaian adat suku Batak seperti pakaian adat Suku Mandailing, Pakaian adat Suku Batak Angkola, Pakaian adat Suku Batak Simalungun, Pakaian adat Suku Batak Sibolga dan Pakaian adat Suku Melayu adalah pakaian-pakaian yang memiliki ke-khasan masing-masing dari suku-suku adat yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara.


Pakaian Adat Batak Toba
Pakaian Adat Batak Toba
Pakaian Adat Batak Mandailing Angkola
Pakaian Adat Mandailing/ Angkola
Pakaian Adat Batak Karo
Pakaian Adat Batak Karo
Pakaian Adat Batak Simalungun
Pakaian Adat Batak Simalungun
Pakaian Adat Batak Pakpak
Pakaian Adat Batak Pakpak
Pakaian Adat Batak Nias
Pakaian Adat Batak Nias

3. Baju Adat Sumatera Barat

Pakaian Adat Sumatera Barat MinangPakaian Adat Pengantin Minang

Nama pakaian adat Sumatera Barat adalah Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah nan gadang dan Pakaian Penghulu. Adapun Limpapeh Rumah nan gadang adalah nama pakaian untuk perempuan, sementara Pakaian Penghulu adalah nama pakaian untuk laki-laki.

Di Sumatra barat, terdapat beberapa variasi busana adat pernikahan yang dipakai oleh pasangan mempelai. Perbedaan ini berdasarkan pembagian beberapa adat nagari di Sumatra barat, seperti busana pengantin Bukittinggi dan Kabupaten Agam serta busana pengantin Padang dan sekitarnya. Busana pengantin kota Padang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan busana daerah lain di Minangkabau. dalam sejarah nya selain oleh budaya Minangkabau, busana pengantin kota Padang juga dipengaruhi oleh kebudayaan busana negara-negara Eropa dan Tiongkok.


Pakaian Adat Bundokanduang
Pakaian Adat Bundo Kanduang
Pakaian Adat Minangkabau
Pakaian Adat Minangkabau Klasik
Pakaian Adat Minang Kerudung
Pakaian Adat Minang Kerudung
Pakaian Adat Minang Simpel
Pakaian Adat Minang Sederhana
Pakaian Adat Minang Modern
Pengantin Adat Minang Modern

4. Baju Adat Riau

Pakaian Adat Melayu RiauPakaian Adat Melayu Riau Simple

Nama pakaian adat Riau adalah Kebaya labuh dan Teluk belanga. Sesuai dengan namanya, Kebaya labuh adalah pakaian adat Riau untuk perempuan, sementara Teluk belanga adalah pakaian adat Riau untuk laki-laki. Adapun Pakaian adat dari Provinsi Riau lainya adalah Baju Kurung untuk perempuan dan Baju Cekak Musang untuk laki-laki.

Budaya Melayu berpengaruh pada pakaian adat Riau yang umumnya panjang dan tertutup, menunjukkan nilai agama islam yang syarat akan kesopanan. Pakaian tersebut memiliki ukuran yang agak longgar dan tidak tipis atau tidak tembus pandang. Busana Melayu umumnya dikenakan masyarakat Riau dalam acara resmi seperti upacara adat.


Pakaian Adat Pengantin Riau
Pengantin Adat Melayu - Riau
Pakaian Adat Riau
Pakaian Adat Melayu - Riau
Pakaian Adat Melayu Riau
Prewedding Adat Melayu - Riau

5. Baju Adat Kepulauan Riau

Pakaian Adat KepriPakaian Adat Melayu Kepri

Nama pakaian adat Kepulauan Riau adalah Baju Kurung atau disebut juga Kebaya labuh dan Teluk belanga. Kebaya labuh dikenakan pada perempuan dan Teluk belanga untuk laki-laki serta Baju Kurung untuk perempuan dan Baju Cekak Musang untuk laki-laki.

Kedua jenis pakaian tersebut dilengkapi dengan hiasan kepala yang disebut puncak. Puncak disini adalah penutup kepala yang terbuat dari kain songket persegi berbentuk seperti songkok atau peci. Bagi orang Melayu, pakaian itu bukan hanya berfungsi untuk menutup malu tetapi juga memiliki nilai sosial, tradisi, dan budaya.


Pakaian Adat Pengantin Kepri
Pengantin Adat Kepulauan Riau
Pakaian Adat Kepulauan Riau
Pakaian Adat Melayu Kepri

6. Baju Adat Jambi

Pakaian Adat JambiPakaian Adat Melayu Jambi

Nama pakaian adat Jambi adalah Baju kurung tanggung Melayu Jambi. Baju kurung merupakan jenis pakaian Melayu yang dipakai oleh laki-laki maupun perempuan yang biasa digunakan masyarakat Jambi untuk acara adat seperti pernikahan.

Dinamakan baju Kurung Tanggung, karena baju tersebut memiliki lengan yang tanggung, panjangnya tidak sampai ke pergelangan tangan. Lengan baju semacam ini memiliki filosofi bahwa pria Melayu Jambi harus tangkas dan cekatan saat bekerja. Baju kurung yang dipakai kaum perempuan dipakai dengan kain sarung berikatan "Ombak mengalun". Baju kurung kaum lelaki dipakai dengan celana (seluar) dan kain samping.


Pakaian Adat Jambi Simpel
Pakaian Adat Melayu - Jambi
Pakaian Adat Pengantin Jambi
Pengantin Adat Melayu - Jambi

7. Baju Adat Bangka Belitung

Pakaian Adat Bangka BelitungPakaian Adat Melayu Babel

Nama pakaian adat Bangka belitung adalah Baju Seting dengan Kain Cual dan Baju Paksian. Baju seting adalah sejenis baju kurung Bangka Belitung yang digunakan oleh kaum perempuan. Sedangkan Baju Paksian adalah pakaian adat untuk laki-laki, yaitu seperti sebuah jubah dengan ukuran panjang.

Pakaian adat Bangka Belitung adalah jenis pakaian yang umumnya dipakai pada acara pernikahan. Pakaian ini merupakan wujud beberapa akulturasi dari kebudayaan arab, tionghoa, dan melayu.


Pakaian Adat Melayu Babel Modern
Pakaian Adat Melayu Babel
Pakaian Adat Pengantin Babel
Pakaian Adat Bangka Belitung

8. Baju Adat Bengkulu

Pakaian Adat Bengkulu PengantinPakaian Adat Melayu Bengkulu

Nama pakaian adat Bengkulu adalah Rejang Lebong dan Batik Besurek. Rejang Lebong adalah baju adat Bengkulu untuk laki-laki maupun perempuan. Adapun Batik Besurek adalah kain batik khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab dengan perpaduan bunga Rafflesia yang merupakan simbol khas Bengkulu.

Baju Rejang Lebong memiliki campuran budaya dari Melayu Jambi, Riau, Deli, palembang, dan Lampung. Sehingga pakaian adat Bengkulu memiliki keunikan dan ciri khas. Pakaian ini biasanya digunakan untuk busana pengantin dalam pernikahan, maupun sebagai busana tari tradisional untuk festival dan penyambutan acara khusus.


Pakaian Adat Pengantin Bengkulu
Pengantin Adat Bengkulu
Pakaian Adat Bengkulu Sederhana
Baju Adat Melayu Bengkulu
Pakaian Adat Bengkulu
Penagntin Adat Melayu Bengkulu

9. Baju Adat Sumatera Selatan

Pakaian Adat Aesan GedePakaian Adat Melayu Sumsel

Nama pakaian adat Sumatera Selatan adalah Aesan Gede dan Aesan paksangko. Aesan Gede merupakan pakaian yang melambangkan kebesaran dan keagungan kerajaan Sriwijaya pada masa silam. Dalam bahasa setempat, Aesan berarti hiasan atau pakaian, sementara gede berasal dari kata besar yang memilii makna pembesar atau petinggi. Dengan begitu, Aesan Gede berarti pakaian pembesar atau pakaian kebesaran.

Pakaian adat Aesan Gede dan Aesan Paksangko, Keduanya memiliki kesamaan, tetapi memiliki ciri khas yang berbeda. Namun tetap sama-sama menggambarkan kebesaran kerajaan Palembang. Saat ini Aesan Gede dan Aesan Paksangko biasa dipakai untuk acara adat seperti resepsi pernikahan yang dikenakan pada pengantin laki-laki maupun perempuan.


Pakaian Adat Pengantin Aesan Gede Sumsel
Pakaian Adat Aesan Gede
Pakaian Adat Pengantin Melayu Sumsel
Adat Pengantin Melayu - Sumsel
Pakaian Adat Aesan Paksangko
Pakaian Adat Aesan Paksangko
Pakaian Adat Melayu Sumsel
Pakaian Adat Melayu - Sumsel

10. Baju Adat Lampung

Pakaian Adat Pepadun LampungPakaian Adat Saibatin Lampung

Nama pakaian adat Lampung adalah pakaian adat Tulang Bawang atau Pepadun dan Saibatin. Saibatin atau yang juga disebut dengan Pesisir adalah mereka yang tinggal di daerah pesisir Lampung, sedangkan Lampung Pepadun mendiami daerah pedalaman atau daerah dataran tinggi Lampung.

Baju adat Tulang Bawang masih digunakan hingga saat ini oleh pengantin laki-laki dan perempuan untuk pesta pernikahan, juga sebagai busana tari untuk simbol penghormatan budaya asli. Secara umum baju adat keduanya cukup sama, hanya saja yang membedakan pada warna. Jika Lampung Pepadun identik dengan warna putih, sedangkan Lampung Saibatin menggunakan warna merah.


Pakaian Adat Pengantin Pepadun Lampung
Adat Pengantin Pepadun - Lampung
Pakaian Adat Pengantin Saibatin Lampung
Adat Pengantin Saibatin - Lampung
Pakaian Adat Melayu Lampung
Pakaian Adat Melayu - Lampung

11. Baju Adat DKI Jakarta

Pakaian Adat Abang None Betawi JakartaPakaian Adat Pengantin Betawi Jakarta

Nama pakaian adat Jakarta adalah Baju Adat Pengantin Betawi, Kebaya Encim, Baju Sadariah, Pangsi Betawi dan Baju Demang atau Ujung Serong. Kebaya Encim atau kerancang adalah kebaya khas Betawi yang digunakan untuk Perempuan, sedangkan Baju Sadariah, Baju Demang atau Pangsi Betawi untuk kaum laki-laki.

Pakaian adat dari kota Jakarta yang menjadi ibu kota negara, tentunya banyak dipengaruhi oleh budaya pendatang, seperti budaya Melayu, Sunda, Arab, China, India dan Belanda. Suku Betawi menjadi minoritas karena banyaknya penduduk luar daerah yang datang ke Jakarta. Untuk mengatasi hal itu, di Jakarta didirikan cagar budaya Betawi yang berada di Situ Babakan.


Pakaian Adat Pengantin Betawi
Baju Adat Pengantin Betawi
Pakaian Adat
Pakaian Adat Pengantin Betawi
Pakaian Adat Pengantin Betawi Modern
Baju Adat Pengantin Betawi Modern

12. Baju Adat Banten

Pakaian Adat Sunda BantenPakaian Adat Baduy Banten

Nama pakaian adat Banten adalah Pangsi dan Kebaya suku Baduy juga Pakaian Pengantin Banten. Adapun suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu suku Baduy dalam dan Suku Baduy Luar yang memiliki perbedaan terutama dalam hal berpakaian. Suku Baduy Dalam memakai baju dan ikat kepala serba putih, sedangkan suku Baduy Luar memakai pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru.

Pada beberapa jenis pakaian adat Banten juga kerap dilengkapi dengan kain tenun khas Banten. Kain tenun tersebut dibuat oleh para wanita suku Baduy di kala waktu senggang. Proses pembuatan kain tenun khas Banten tersebut masih dilakukan dengan teknik tenun tradisional. Kain tenun yang dihasilkan juga berupa kain dengan berbagai corak dan motif khas Banten.


Pakaian Adat Pengantin Banten
Pakaian Adat Pengantin Banten
Pakaian Adat Baduy Banten
Pakaian Adat Baduy Banten
Pakaian Adat Sunda Banten
Pakaian Adat Sunda Banten

13. Baju Adat Jawa Barat

Pakaian Adat Bedahan Kabaya Sunda JabarPakaian Adat Pengantin Sunda Siger

Nama pakaian adat Jawa Barat atau Sunda adalah Baju Pangsi, Bedahan, Kabaya, Baju Mojang Jajaka dan Baju Pengantin Sunda Siger. Adapun Baju Pangsi dan Bedahan dipakai oleh laki-laki dan kabaya dipakain oleh kaum perempuan. Sedangkan baju Mojang Jajaka adalah sepasang pakaian untuk laki-laki dan perempuan. Sementara Siger merupakan sejenis mahkota yang biasa dipakai oleh pengantin wanita.

Jaman dahulu aturan berpakaian suku Sunda sering dibedakan dengan strata sosial mereka, seperti baju Bedahan yang hanya dipakai oleh kaum bangsawan dan Menak (sebutan untuk orang dengan strata sosial yang tinggi). Namun saat ini, pengelompokan pakaian adat berdasarkan tingkatan sosial sudah tidak relevan lagi.


Pakaian Adat Bedahan Kabaya Sunda
Baju Bedahan & Kebaya Sunda
Pakaian Adat Pangsi Kabaya Sunda
Baju Pangsi Kabaya Sunda
Pakaian Pengantin Adat Siger Sunda
Pengantin Adat Siger Sunda -Jabar
Pakaian Adat Bedahan Kabaya Menak Sunda
Baju Bedahan & Kabaya Menak Sunda

14. Baju Adat Jawa Tengah

Pakaian Adat Beskap Kebaya JatengPakaian Adat Pengantin Jawa Tengah

Nama pakaian adat Jawa Tengah adalah Jawi Jangkep/ Beskap dan Kebaya, Batik, Kanigaran dan Basahan. Pakaian adat suku Jawa untuk laki-laki menggunakan Beskap dan untuk perempuan menggunakan kebaya, sedangkan Baju Kanigaran (busana Kerajaan Jawa masa lalu) dan Basahan saat ini biasa digunakan oleh pengantin Jawa. Adapun Batik adalah sejenis kain yang memiliki motif khas Jawa, umumnya digunakan untuk bahan kemeja pria dan busana bawahan wanita.

Sebagai pakaian adat, tentunya busana ini tak hanya berfungsi untuk penutup tubuh namun juga sebagai identitas budaya dari masyarakat Jawa Tengah. Pakaian adat tersebut masih kerap digunakan hingga saat ini, baik dalam upacara adat, acara resmi maupun untuk acara sehari-hari.


Pengantin Beskap Kebaya Jawa Tengah
Pengantin Adat Jawa Tengah
Pakaian Adat Pengantin Jawa Tengah Modern
Baju Pengantin Jawa Tengah Modern
Pakaian Adat Beskap Kebaya Jawa Tengah
Baju Beskap & Kebaya - Jawa Tengah

15. Baju Adat Yogyakarta

Pakaian Adat Surjan Kebaya Lurik YogyakartaPakaian Adat Paes Ageng Yogyakarta

Nama pakaian adat Yogyakarta adalah Surjan, Kebaya, Pinjung, Batik dan Kesatrian Ageng (Paes Ageng Kanigaran). Surjan merupakan pakaian adat Yogyakarta yang biasanya dikenakan kaum pria dan Kebaya untuk Perempuan. Sementara Pinjung adalah sejenis kain penutup dari pinggul sampai ke dada, pada busana wanita. Adapun pakaian Kesatrian Ageng terdiri dari Surjan sebagai atasan, celana panjang hitam dengan kain batik yang dilitkan pada pinggang dengan panjang diatas lutut.

Pakaian adat dari Yogyakarta lainya seperti Busana Pranakan, pakaian ini dipakai para Abdi Dalem jaler atau pria dan Janggan Hitam dipakai oleh Abdi Dalem estri atau perempuan dalam menjalankan tugas di Kraton Yogyakarta. Adapun Batik khas Yogyakarta merupakan salah satu identitas Yogyakarta, sehingga Yogyakarta sering disebut sebagai Kota Batik.


Pakaian Adat Surjan Kebaya Lurik Jogjakarta
Surjan & Kebaya Lurik - Jogjakarta
Pakaian Adat Surjan Kebaya Jogjakarta
Surjan & Kebaya Yogyakarta
Pakaian Adat Paes Ageng Yogyakarta
Adat Pengantin Paes Ageng Yogyakarta

16. Baju Adat Jawa Timur

Pakaian Adat Cak Ning JatimPakaian Adat Madura Jatim

Nama pakaian adat Jawa Timur adalah Pesa'an dan Kebaya Rancongan (Sakera dan Marlena), serta baju Cak dan Ning. Pesa'an Madura merupakan pakaian yang digunakan oleh laki-laki dan Kebaya Rancongan, biasa dikenakan oleh wanita Madura. Sementara baju Cak dan Ning adalah sepasang pakaian adat yang digunakan oleh pria dan wanita di Jawa Timur.

Adapun pakaian adat lainya yang berasal dari Jawa timur adalah baju Mantenan yang biasa digunakan oleh pasangan pengantin di Jawa Timur. Baju Jebeng dan Thulik dari suku Osing Banyuwangi dan Baju Gothil yang berasal dari Ponorogo.


Pakaian Adat Madura
Baju Adat Madura - Jatim
Pakaian Adat Bojonegoro
Pengantin Adat Bojonegoro - Jatim
Pakaian Adat Cak Ning
Baju Adat Cak & Ning - Jatim
Pakaian Adat Asing Banyuwangi
Baju Adat Osing Banyuwangi

17. Baju Adat Kalimantan Barat

Pakaian Adat Dayak Iban KalbarPakaian Adat Melayu Sambas Kalbar

Nama pakaian adat Kalimantan Barat adalah Baju adat Melayu Sambas dan Buang Kuureng, King Baba dan King Bibinge atau Baju adat Dayak Iban. King Baba merupakan pakaian adat suku Dayak jaman dahulu yang digunakan untuk laki laki, sementara King Bibinge adalah pakaian untuk perempuan. Sedangkan Buang Kuureng adalah pakaian adat Kalimantan Barat dari suku Melayu, sering juga disebut Baju Kurung.

Pakaian adat Kalimantan Barat yang berasal dari suku adat Melayu Sambas dikenal juga dengan baju Teluk Belanga dan Cekak Musang. Pakaian adat Melayu Sambas ini juga digunakan untuk acara-acara resmi, seperti upacar adat atau pesta pernikahan di provinsi Kalimantan Barat.


Pakaian Adat Dayak Iban Modern
Baju Adat Dayak Iban Modern
Pakaian Adat Melayu Sambas Kalbar
Pengantin Adat Melayu Sambas - Kalbar
Pakaian Adat Dayak Kapuas Kalbar
Pakaian Adat Dayak - Kalbar
Pakaian Adat Dayak Kalimantan Barat
Baju Adat Dayak - Kalimantan Barat

18. Baju Adat Kalimantan Tengah

Pakaian Adat Dayak Ngaju KaltengPakaian Adat Dayak Ngaju Kalteng

Nama pakaian adat Kalimantan Tengah adalah Baju adat Dayak Ngaju, Baju Sangkarut dan Baju Upak Nyamu dan Baju Pawang. Baju adat Dayak Ngaju merupakan busana suku Dayak yang berasal dari kalteng, dan sering dipakai untuk pesta pernikahan di kota Palangkaraya dan sekitarnya.

Adapun Baju Sangkarut atau dikenal juga Baju Basulau merupakan sejenis rompi yang dilapisi oleh Sulau atau kerang, sedangkan Upak Nyamu sejenis rompi yang bahannya terbuat dari kulit kayu nyamu. Sementara Baju Pawang, biasa digunakan oleh para dukun saat memanjatkan doa dan mantra saat diadakan ritual Kaharingan, yang merupakan agama asli dari suku Dayak.


Pakaian Pengantin Dayak Ngaju Kalteng
Pengantin Dayak Ngaju Kalteng
Pakaian Adat Dayak Ngaju Kalteng
Baju Adat Dayak Ngaju Kalteng

19. Baju Adat Kalimantan Selatan

Pakaian Adat Dayak Meratus KalselPakaian Adat Banjar Kalsel

Nama pakaian adat Kalimantan Selatan adalah Babaju Kun Galung Pacinan, Bagajah Gamuling Baular Lulut, Baamar Galung Pancaran Matahari dan Babaju Kubaya Panjang. Babaju Kun Galung Pacinan adalah sepasang baju adat dari Banjar yang dalam penampilannya menggambarkan masuknya pedagang Gujarat dan pedagang China di Kalimantan Selatan. Adapun Bagajah Gamuling Baular Lulut adalah pakaian pengantin Banjar pertama, yang dipengaruhi budaya Hindu.

Pakaian adat dari Kalimantan Selatan lainya adalah Baamar Galung Pancaran Matahari dan Babaju Kubaya Panjang. Kalimantan Selatan juga banyak didiami oleh suku Dayak Meratus, Dayak Bakumpai dan suku Dayak Halong, yang memiliki pakaian khas Dayak dengan cirinya masing-masing.


Pakaian Adat Pengantin Adat Banjar
Pengantin Adat Banjar - Kalsel
Pakaian Adat Dayak Meratus Halong Balangan
Pakaian Adat Dayak Meratus
Pakaian Adat Pengantin Banjar
Pakaian Adat Pengantin Banjar
Pakaian Adat Dayak Meratus
Adat Dayak Meratus Kalsel

20. Baju Adat Kalimantan Timur

Pakaian Adat Takwo KaltimPakaian Adat Dayak Kenyah Kaltim

Nama pakaian adat Kalimantan Timur adalah Urang Besunung, Baju Takwo Bubuhan, Baju adat Miskat, Baju adat kustin dan baju adat Antakusuma. Baju adat Urang Besunung adalah sepasang pakaian adat dari suku Dayak Kenyah. Pakaian adat ini sering digunakan untuk acara Festival Budaya, juga sebagai busana untuk pasangan pengantin di Kalimantan Timur.

Adapun Baju Takwo, kustin dan Antakusuma merupakan pakaian adat yang berasal dari Kutai. Sementara Baju adat Miskat, adalah pakaian tradisional Kalimantan Timur yang dulunya menjadi pakaian resmi Sultan Banjar. Jika Baju adat Kustin hanya cocok digunakan pada upacara pernikahan, maka Baju adat Miskat menjadi pakaian wajib bagi para PNS. Modelnya yang simple dan semi-casual, cocok dikenakan untuk di kantor dan acara formal.


Pakaian Adat Takwo Kaltim
Baju Adat Takwo - Kaltim
Pakaian Adat Dayak Kenyah Kaltim
Baju Adat Dayak Kenyah - Kaltim
Pakaian Adat Antakusuma Kaltim
Pakaian Adat Antakusuma - Kaltim

21. Baju Adat Kalimantan Utara

Pakaian Adat Dayak KaltaraPengantin Adat Tidung Kaltara

Nama pakaian adat Kalimantan Utara adalah Ta’a dengan Sapei Sapaq dan Baju adat Tidung. Ta'a dan Sapei Sapaq adalah pakaian tradisional suku Dayak Kenyah yang mendiami wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Ta'a merupakan pakaian yang dipakai untuk perempuan, sedangkan Sapei Sapaq adalah pakaian untuk laki-laki. Pakaian adat Ta’a dan Sapei Sapaq sendiri saat ini sering digunakan saat upacara adat, pernikahan, festival budaya dan acara-acara adat lainnya.

Adapun baju adat Tidung, merupakan identitas suku Dayak Islam Tidung Ulun Pagun yang berasal dari kota Tarakan Kalimantan Utara. Kalimantan Utara sendiri adalah Provinsi termuda yang sebelumnya masih satu kesatuan dengan Provinsi Kalimantan Timur, yang pada akhirnya terbentuklah Provinsi Kalimantan Utara pada Oktober 2012, dengan ibu kota Kota Tanjung Selor.


Pakaian Adat Dayak Kapuas Kaltara
Pakaian Adat Dayak - Kaltara
Pakaian Adat Tidung Kaltara
Pakaian Adat Tidung - Kaltara
Pakaian Adat Dayak Punan Kaltara
Pakaian Adat Dayak - Kalimantan Utara

22. Baju Adat Sulawesi Barat

Pakaian Adat Mandar SulbarPakaian Adat Mamasa Sulbar

Nama pakaian adat Sulawesi Barat adalah Baju Adat Suku Mandar (Baju Patuddu) dan Pakaian Adat Suku Mamasa (Tana’ Bulawan). Pakaian adat suku Mandar yang disebut Patuddu Tommuane, biasa digunakan untuk busana Tari Patuddu atau sebagai busana pernikahan. Suku Mandar juga mempunyai kerajinan tenun sutra yang disebut Lipa Saqbe.

Selain kabupaten Polewali Mandar dan kota Mamuju yang menjadi ibu kota di Sulawesi Barat. Terdapat juga, kabupaten Mamasa yang memiliki pakaian adat bernama Tana’ Bulawan yang memiliki arti "kasta emas". Oleh sebab itu, pakaian adat ini hanya dikenakan oleh pemangku adat dan para bangsawan. Sedangkan masyarakat biasa, mempunyai pakaian adat bernama Pellembangan.


Pakaian Adat Pengantin Mandar Sulbar
Pengantin Adat Mandar - Sulbar
Pakaian Adat Pengantin Mamasa Sulbar
Pakaian Adat Mamasa - Sulbar
Pakaian Adat Mandar Sulbar
Baju Adat Mandar - Sulbar

23. Baju Adat Sulawesi Selatan

Pakaian Adat Bodo Bugis SulselPakaian Adat Toraja Sulsel

Nama pakaian adat Sulawesi Selatan adalah Baju Bodo, Baju Tutu, Baju Bella Dada, Baju Labbu, Baju Pokko dan Seppa Tallung adat Toraja. Baju Bodo sudah ada sejak abad ke-9 Masehi. Oleh sebab itu, Baju Bodo menjadi salah satu baju adat tertua di Indonesia yang berasal suku Bugis Sulawesi Selatan.

Adapun pakaian adat Sulawesi Selatan yang diperuntukan untuk laki-laki adalah Baju Tutu, Baju Bella Dada dan Seppa Tallung. Sementara Baju Bodo, Baju Labbu dan Baju Pokko dikenakan pada perempuan. Masyarakat Sulsel sendiri mengenakan baju adat tersebut untuk busana resmi PNS, festival budaya, hingga sebagai busana pengantin di acara pernikahan.


Pakaian Adat Pengantin Bugis
Pakaian Adat Pengantin Bugis
Pakaian Adat Pengantin Toraja
Pakaian Adat Pengantin Toraja
Pakaian Adat Bugis
Pakaian Adat Bugis - Sulsel
Pakaian Adat Bodo Adat Bugis
Baju Adat Bugis - Sulsel

24. Baju Adat Sulawesi Tenggara

Pakaian Adat Buton SultraPakaian Adat Tolaki Sultra

Nama pakaian adat Sulawesi Tenggara adalah Babung Ginasamani dan Kinawo. Pakaian Adat Suku Tolaki yang bernama Babung Ginasamani Ulusalu tersebut biasa digunakan dalam acara pernikahan. Yang mana pakaian untuk pengantin perempuan dinamakan Babu Nggawi dan pengantin laki-laki dinamakan Babu Nggawi langgai. Sementara baju adat Kinawo adalah pakaian adat suku Tolaki, yang terbuat dari kulit kayu.

Selain Pakaian Adat Suku Tolaki, ada pula Pakaian Adat Buton, Pakaian Adat Suku Muna, Baju Suku Wolio dan Baju Adat Suku Moronene. Pakaian-pakaian adat tersebut juga berasal dari suku adat di provinsi Sulawesi Tenggara, yang memiliki ciri khas tersendiri dan masih dilestarikan oleh masyarakat setempat untuk acara kebudayaan atau pernikahan di Sulawesi Tenggara.


Pakaian Adat Pengantin Buton
Pakaian Adat Pengantin Buton
Pakaian Adat Tolaki
Pakaian Adat Tolaki - Sultra
Pakaian Adat Muna Sultra
Pakaian Adat Muna - Sultra
Pakaian Adat Pengantin Muna
Baju Adat Muna - Sultra

25. Baju Adat Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Pamona Mori SultengPakaian Adat Kaili Sulteng

Nama pakaian adat Sulawesi Tengah adalah Baju Koje dan Baju Nggembe dari Suku Kaili, Mori dan Suku Bada. Adapun Baju Nggembe diperuntukkan bagi perempuan. Sedangkan untuk laki-laki, biasanya mengenakan Baju Koje. Adapun baju adat Suku Bada, menggunakan kain Ranta dari kulit kayu (Ranta), ditambah asesoris kepala pada wanita dengan bulu-bulu burung Hora.

Sedangkan Pakaian adat suku Mori dari kabupaten Morowali Utara. Untuk pakaian adat wanitanya, berbentuk layaknya blus dengan lengan panjang yang berwarna merah. Dalam menggunakan pakaian adat juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris yang biasa digunakan untuk menata rambut bagi wanita.


Pakaian Adat Pengantin Kaili Sulteng
Baju Adat Pengantin Kaili - Sulteng
Pakaian Adat Mori Sulteng
Pengantin Adat Mori - Sulteng
Pakaian Adat Bada Sulteng
Pakaian Adat Bada - Sulteng
Pakaian Adat Bada Sulteng
Baju Adat Bada - Sulteng

26. Baju Adat Gorontalo

Pakaian Adat Biliu Makuta GorontaloPakaian Adat Walimomo Gorontalo

Nama pakaian adat Gorontalo adalah Biliu atau Bili'u dan Makuta. Bili'u adalah baju adat yang diperuntukan untuk perempuan, sedangkan baju adat untuk laki-laki bernama Makuta. Baju Bili'u dan Makuta yang dulunya merupakan pakain petinggi kerajaan dari provinsi Gorontalo tersebut, saat ini sering digunakan untuk acara pernikahan.

Selain Bili'u dan Makuta, provinsi Gorontalo juga memiliki pakaian adat yang bernama Walimomo, Madipungu dan Takowa. Pakaian adat Walimomo dan Madipungu biasanya digunakan oleh kaum Perempuan, sedangkan Takowa dalah pakaian adat yang dipakai oleh laki-laki. Pakaian adat tersebut juga, kerap digunakan untuk acara pernikahan di provinsi Gorontalo, pulau Sulawesi.


Pakaian Adat Pengantin Biliu Makuta
Baju Adat Biliu Makuta - Gorontalo
Pakaian Adat Walimomo Gorontalo
Pakaian Adat Walimomo - Gorontalo

27. Baju Adat Sulawesi Utara

Pakaian Adat Minahasa SulutPakaian Adat Bolaang Mongondow Sulut

Nama pakaian adat Sulawesi Utara adalah baju adat Minahasa (Bajang, Karai, Tonaas dan Wuyang), Baju adat Bolaang Mongondow, baju adat Laku Tepu, Simpal dan Baju Kabasaran. Adapun baju Bajang, Karai, Tonaas dan Wuyang berasal dari suku Minahasa, digunakan sebagai buasana dalam acara adat, maupun acara pernikahan.

Baju adat dari Kabupaten Bolaang Mongondow Bernama Lanut dan Salun sering digunakan sebagai busana pengantin. Baju adat Laku Tepu berasal suku Sangir dari kepulauan Sangihe. Sedangkan Baju Simpal termasuk pakaian adat dari Sulawesi Utara yang digunakan oleh kalangan bangsawan, seperti pendamping kerajaan pada upacara pernikahan.


Pakaian Adat Minahasa
Pakaian Adat Minahasa - Sulut
Pakaian Adat Bolaang Mongondow
Pakaian Adat Bolaang Mongondow
Pakaian Adat Laku Tepu Minahasa
Adat Laku Tepu Minahasa - Sulut
Pakaian Adat Kabasaran Minahasa
Baju Adat Kabasaran Minahasa

28. Baju Adat Bali

Pakaian Adat Payas Agung BaliPakaian Adat Pecalang Kebaya Bali

Nama pakaian adat Bali adalah Payas Agung, Payas Madya dan Payas Alit. Dalam bahasa Indonesia, Agung memiliki makna besar, Madya bermakna sedang dan Alit berarti kecil. Oleh karena itu, pakaian adat Bali tersebut disesuaikan dengan penggunaannya. Payas Agung biasanya digunakan untuk acara besar atau kalangan atas. Sementara Payas Alit, dipergunakan untuk acara adat biasa atau kalangan menengah kebawah.

Pakaian adat Bali Payas Agung, biasanya dipergunakan oleh pengantin Pria dan Wanita. Payas Madya dikenakan oleh orang Bali untuk kepentingan upacara keagamaan. Sementara Payas Alit dikenakan oleh warga Bali pada saat yang tidak terlalu istimewa, seperti saat membersihkan tempat suci dan lain-lain.


Pakaian Adat Payas Agung Bali
Pakaian Adat Payas Agung - Bali
Pakaian Adat Payas Madya Bali
Pakaian Adat Payas Madya - Bali
Pakaian Adat Payas Agung Modern
Baju Adat Payas Agung Modern
Pakaian Adat Payas Madya Modern
Baju Adat Payas Madya Modern
Pakaian Adat Payas Alit Bali
Pakaian Adat Payas Alit - Bali

29. Baju Adat Nusa Tenggara Barat

Pakaian Adat Sasak NTBPakaian Adat Sumbawa NTB

Nama pakaian adat NTB adalah Baju Pegon dan Lambung serta Rimpu dan Baju adat Sumbawa. Pakaian Adat Pegon dikenakan oleh pria, sementara Pakaian Adat Lambung dikenakan oleh wanita. Baju Pegon merupakan perpaduan antara pakaian adat Jawa yang dikombinasikan dengan model jasnya Eropa. Baju Pegon dan Lambung, adalah pakaian adat yang berasal dari suku sasak NTB, pulau Lombok.

Adapun Rimpu, adalah merupakan pakaian tradisional kaum wanita suku Mbojo kabupaten Bima, NTB yang memperhatikan kuatnya pengaruh Islam. Seorang gadis, menggunakan dua lembar kain sarung untuk menutupi tubuhnya sesuai dengan kaidah menutup aurat menurut ajaran Islam.


Baju Adat Adat Sasak NTB
Baju Adat Adat Sasak - NTB
Pakaian Adat Pengantin Sumbawa NTB
Pengantin Adat Sumbawa - NTB
Pakaian Adat Pengantin Sasak NTB
Pengantin Adat Sasak - NTB

30. Baju Adat Nusa Tenggara Timur

Pakaian Adat Suku Rote NTTPakaian Adat Helong NTT

Nama pakaian adat NTT adalah Baju Adat Suku Rote, Suku Sabu, Suku Helong dan Baju Adat Amarasi Suku Dawan. Baju Adat Suku Rote NTT digunakan oleh pria dan wanita, yang mana laki-laki mengenakan selendang yang disampirkan di bahu. Pakaian untuk wanita pun tidak jauh berbeda, dimana perempuan menggunakan sejenis kebaya yang dipadu dengan sarung dan selendang.

Adapun pakaian adat suku Sabu, suku Helong dan baju adat Amarasi dari Suku Dawan, adalah pakaian-pakaian tradidional yang berasal dari suku adat di NTT, yang masih digunakan dan dilestarikan dalam acara-acara adat di provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan baju adat suku Sabu pernah digunakan persiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR.


Pakaian Adat Suku Rote NTT
Pakaian Adat Suku Rote - NTT
Pakaian Adat Helong NTT
Pakaian Adat Suku Helong - NTT

31. Baju Adat Maluku

Pakaian Adat Cele Ambon MalukuPakaian Adat Tanimbar Maluku

Nama pakaian adat Maluku adalah Baju adat Ambon, Baju Cele dengan Baju Nona dan Baju adat Tanimbar. Pria di Maluku, memakai pakaian adat Ambon pada waktu pesta rakyat, dansa atau acara pernikahan. Adapun Baju Cele digunakan oleh kaum wanita di Maluku, yaitu semacam baju kurung yang panjangnya hingga ke pertengahan pinggul. Sementara Baju Nona Rok, berupa kebaya putih panjang berbahan Brokat halus dan rok bermotif kembang kecil.

Selain itu, provinsi Maluku juga memiliki Busana Pengantin Nona canela yang disebut Baju Mustiza, Baju Pono atau Baju Basumpa. Pakaian tersebut merupakan hasil Akulturasi budaya orang Ambon dan Portugis. Adapun Pakaian adat Tanimbar berasal dari suku adat yang berada di kepulauan Tanimbar, Maluku. Mereka memiliki pakaian adat dengan kain tenun khas buatan masyarakat Tanimbar sendiri.


Pakaian Adat Pengantin Ambon Maluku
Pengantin Adat Ambon - Maluku
Pakaian Adat Pengantin Tanimbar Maluku
Pakaian Adat Tanimbar - Maluku

32. Baju Adat Maluku Utara

Pakaian Adat Ternate MalutPakaian Adat Pengantin Ternate Malut

Nama pakaian adat Maluku Utara adalah Manteren lamo, Baju Koja dan Kimun Gia. Manteren Lamo merupakan pakaian adat dari Maluku Utara, peninggalan dari salah satu kesultanan Islam tertua di Indonesia, yaitu Kesultanan Ternate dan Tidore. Dahulu, pakaian adat tersebut hanya digunakan oleh keturunan kerajaan atau para sultan kerajaan.

Adapun Baju Koja dan Kimun Gia, merupakan pakaian adat yang biasanya lebih diperuntukan pada kalangan muda-mudi dari golongan bangsawan dari kesultanan yang ada di Maluku Utara. Dimana Baju Koja dipakai oleh pria dan Kimun Gia untuk wanita.


Pakaian Adat Pengantin Ternate Malut
Pengantin Adat Ternate - Malut
Pakaian Adat Kimun Gia Ternate Malut
Adat Ternate - Maluku Utara

33. Baju Adat Papua Barat

Pakaian Adat Papua BaratPakaian Adat Ayamaru Papua Barat

Pakaian adat dari wilayah Papua Barat (termasuk Manokwari dan sekitarnya) yang paling ikonik adalah Baju Kurung berbahan kain beludru atau kain sali yang dipadukan dengan rok rumbai dari daun sagu, juga baju adat Suku Ayamaru di Papua Barat Daya menggunakan bahan utama berupa kain tenun tradisional yang dikenal sebagai Kain Timur.

Kain Timur dari suku Ayamaru, bukan bahan dari kulit kayu atau daun sagu seperti pakaian adat Papua pada umumnya. Dihiasi dengan manik-manik melingkar yang dipasang di bagian badan dan dilengkapi ikat kepala yang terbuat dari bulu kasuari, sering juga dipadukan dengan Koba-Koba, yaitu tas atau perlengkapan tradisional yang memiliki fungsi adat.

Adapun baju Kurung Papua, ialah atasan lengan panjang berbahan kain beludru (biasanya berwarna cerah seperti hitam, merah, atau hijau) yang banyak dikenakan oleh para wanita. Pakaian ini menunjukkan pengaruh akulturasi budaya luar yang berpadu dengan tradisi lokal. Baju kurung ini bisa menggunakan dua buah Rok Rumbai yang dipakai sebagai bawahan dan atasan, atau bisa juga untuk bagian atasan memakai bahan kain seperti biasa. Sedangkan mahkota atau penutup kepala yang dihiasi dengan bulu burung cendrawasih, bulu kasuari, atau ijuk.


Pakaian Adat Rok Rumbai Kain Sali Papua Barat
Baju Rok Rumbai - Papua Barat
Pakaian Adat Kain Sali Rok Rumbai Papua Barat
Adat Rok Rumbai - Papua Barat
Pakaian Ayamaru Adat Papua Barat
Baju Adat Ayamaru - Papua Barat
Pakaian Adat Papua Barat
Rok Rumbai & Ayamaru - Papua Barat

34. Baju Adat Papua

(Termasuk Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya)
Pakaian Adat PapuaPakaian Adat Rok Rumbai Papua

Nama pakaian adat Papua adalah Pakaian Adat Suku Asmat, Serui, Yokal, Koteka, dan Sali. Busana tradisional khas yang memakai bahan-bahan alam untuk mencerminkan identitas budaya dan kedekatan masyarakat dengan alam.

Jenis Pakaian Adat Papua:

  • Koteka (Holim): Penutup kemaluan pria yang terbuat dari kulit labu air tua yang dikeringkan.
  • Rok Rumbai: Bawahan berbentuk rumbai-rumbai dari daun sagu atau serat tumbuhan yang biasa dipakai kaum perempuan atau penari.
  • Pakaian Sali: Busana khusus untuk gadis lajang yang terbuat dari kulit pohon.
  • Pakaian Yokal: Pakaian khusus untuk perempuan yang sudah menikah.
  • Baju Kurung: Atasan lengan panjang berbahan beludru yang umum dipadukan dengan rok rumbai di wilayah pesisir Papua.

Aksesori Khas:

  • Noken: Tas rajut tradisional khas Papua dari serat kulit kayu yang disandang di kepala.
  • Hiasan Kepala: Mahkota dari bulu burung cendrawasih atau bulu kasuari.
  • Atribut Tambahan: Kalung dari gigi atau taring, serta gelang rumbai.

Pakaian Adat Papua
Pakaian Adat Papua
Pakaian Adat Rok Rumbai Papua
Baju Rok Rumbai & Sali - Papua
Pakaian Adat Pengantin Adat Papua
Pengantin Adat Papua Modern
Pakaian Adat Koteka Papua
Rok Rumbai & Koteka Papua

Demikian nama-nama pakaian adat dari berbagai macam Suku adat yang ada di Indonesia, yang tentunya masih banyak lagi pakaian-pakaian adat Nusantara lainya, yang jumlahnya mencapai ratusan jenis.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa, untuk menyayangi warisan leluhur kita tersebut, agar tetap lestari.